Dalam hidup bertetangga ,saya
berusaha menjalankan apa yang saya pelajari dari Al-Qur’an dan hadish.Seperti yang
dikatakan Rosululloh, ``Barang siapa yang beriman kepada
Alloh dan hari akhir hendaklah jangan menyakiti tetangganya``.Bahwa
tetangga itu adalah orang-orang yang harus kita cintai,hormati dan muliakan
.Mereka adalah orang-orang yang ada disisi kita,bahkan lebih dari saudara
sendiri,karena saudara bisa saja ketemunya saat Idul Fitri saja ,tapi kalau
tetangga akan selalu ada disebelah kita.
Jika kita membutuhkan pertolongan ,maka dengan
tetanggalah pertama kali kita akan minta tolong bukan dengan saudara kita yang
jauh.
Menjalin hubungan yang akrab
dengan tetangga memang gampang-gampang susah.Apalagi kalo kita berasal dari
lingkup budaya yang berbeda dan dibesarkan dalam pola asuh berbeda
pula.Tetangga adalah orang yang tinggal dekat dengan kita,di sabelah kanan
kiri,depan belakang kita.Hati menjadi tentram jika setiap pulang ke rumah ada
senyum dan tegur sapa para tetangga,dan bila kita meninggalkan rumah,kita akan
merasa aman karena tetangga akan turut menjaga rumah kita.Sebaliknya ,bagaimana
hati akan tentram manakala ketika berpapasan dengan tetangga yang terlihat cuma
tatapan saling curiga .Pertengkaran akan
sangat mudah terjadi,duniapun terasa sangat sempit.
Senyum dan tegur sapa adalah
modal utama dalam menjalin hubungan dengan tetangga .Orang yang murah senyum
akan dipersepsikan sebagai orang yang ramah dan menyenangkan.Begitu pula tegur
sapa,umumnya selalu berhasil memancing respon positif para tetangga,meski hanya
sekedar ucapan salam atau pertanyaan-pertanyaan singkat ala kadarnya.Jadikan
senyum dan tegur sapa sebagai acara wajib sehari-hari.Seperti sabda Rosululloh
``Senyummu pada saudaramu adalah sedekah`` juga ``Sebaik-baik kalian adalah
yang lebih dulu mengucapkan salam``.
Nice post. I like it. Keep writing sob. ^_^
BalasHapusTrims,moga tetap semangat untuk menulis
BalasHapus