Sabtu, 24 Desember 2011

Tetanggaku saudaraku


Dalam hidup bertetangga ,saya berusaha menjalankan apa yang saya pelajari dari Al-Qur’an dan hadish.Seperti yang dikatakan Rosululloh, ``Barang siapa yang beriman  kepada  Alloh dan hari akhir hendaklah jangan menyakiti tetangganya``.Bahwa tetangga itu adalah orang-orang yang harus kita cintai,hormati dan muliakan .Mereka adalah orang-orang yang ada disisi kita,bahkan lebih dari saudara sendiri,karena saudara bisa saja ketemunya saat Idul Fitri saja ,tapi kalau tetangga akan selalu ada disebelah kita.

Jika  kita membutuhkan pertolongan ,maka dengan tetanggalah pertama kali kita akan minta tolong bukan dengan saudara kita yang jauh.


Menjalin hubungan yang akrab dengan tetangga memang gampang-gampang susah.Apalagi kalo kita berasal dari lingkup budaya yang berbeda dan dibesarkan dalam pola asuh berbeda pula.Tetangga adalah orang yang tinggal dekat dengan kita,di sabelah kanan kiri,depan belakang kita.Hati menjadi tentram jika setiap pulang ke rumah ada senyum dan tegur sapa para tetangga,dan bila kita meninggalkan rumah,kita akan merasa aman karena tetangga akan turut menjaga rumah kita.Sebaliknya ,bagaimana hati akan tentram manakala ketika berpapasan dengan tetangga yang terlihat cuma tatapan saling curiga .Pertengkaran  akan sangat mudah terjadi,duniapun terasa sangat sempit.

Senyum dan tegur sapa adalah modal utama dalam menjalin hubungan dengan tetangga .Orang yang murah senyum akan dipersepsikan sebagai orang yang ramah dan menyenangkan.Begitu pula tegur sapa,umumnya selalu berhasil memancing respon positif para tetangga,meski hanya sekedar ucapan salam atau pertanyaan-pertanyaan singkat ala kadarnya.Jadikan senyum dan tegur sapa sebagai acara wajib sehari-hari.Seperti sabda Rosululloh ``Senyummu pada saudaramu adalah sedekah`` juga ``Sebaik-baik kalian adalah yang lebih dulu mengucapkan salam``.

2 komentar: